Blog › Konser & Tiket
Aplikasi tiketing konser di Indonesia: 8 pilihan untuk penyelenggara
Tim Choralverse · 8 September 2026 · 6 menit baca

Foto: danikprihodko / Pexels
Mencari aplikasi tiketing konser biasanya dimulai dari satu pertanyaan sederhana: di mana kami bisa menjual tiket tanpa ribet? Jawabannya ternyata bergantung pada konser seperti apa yang mau kamu buat. Festival dengan ribuan penonton umum butuh platform yang punya marketplace dan tim lapangan. Konser koor, pentas teater kampus, atau resital sekolah dengan dua ratus kursi butuh hal yang berbeda: halaman yang gampang dibuka dari WhatsApp, pembayaran yang tidak memaksa penonton bikin akun, dan biaya yang tidak menghukum penjualan kecil.
Daftar ini menyusun delapan platform yang melayani penyelenggara di Indonesia. Uraian tiap platform mengikuti apa yang tertulis di situs resmi masing-masing saat artikel ini ditulis, bukan pengalaman yang dikarang. Angka biaya sengaja tidak ditulis di sini karena bisa berubah kapan saja; cek halaman biaya resmi tiap platform pada hari kamu membacanya.
Cara membaca daftar ini
Sebelum membandingkan nama, tentukan dulu enam hal yang paling menentukan untuk konser kecil.
Pertama, apakah ada minimum komisi. Sebagian platform menetapkan potongan terendah yang tetap berlaku berapa pun hasil penjualannya. Untuk festival besar angka itu tidak pernah tersentuh, tapi untuk konser dua ratus kursi justru itulah yang dibayar.
Kedua, apakah penonton harus membuat akun. Setiap langkah tambahan sebelum bayar mengurangi orang yang benar-benar menyelesaikan pembelian, apalagi kalau pembelinya orang tua penyanyi yang membuka tautan dari grup keluarga.
Ketiga, apakah penonton bisa memilih kursi di denah. Konser dengan kategori harga bertingkat hampir selalu ditanya soal ini, dan tanpa denah panitia akan menjawab satu per satu lewat pesan.
Keempat, bagaimana pemindaian di pintu dilakukan: lewat aplikasi khusus, lewat tautan di HP panitia, atau manual dari daftar cetak.
Kelima, kapan dan bagaimana dana masuk ke rekening penyelenggara. Ini sering baru ditanyakan setelah konser selesai, padahal bendahara perlu tahu sejak awal.
Keenam, siapa yang sebenarnya dilayani platform itu. Alat yang dirancang untuk promotor punya asumsi skala yang berbeda dari alat untuk komunitas.
Loket
Loket menyebut dirinya platform tiketing dan manajemen acara nomor satu di Indonesia. Kekuatannya ada di marketplace: kategori musik, film, dan olahraga dengan promosi rutin, sehingga penonton umum yang sedang mencari acara bisa menemukan konsermu tanpa kamu bagikan tautannya. Halaman kerja sama mereka menampilkan contoh perhitungan biaya layanan lengkap dengan ketentuan minimum komisi yang berlaku, jadi baca halaman itu sebelum memutuskan, terutama kalau perkiraan penjualanmu kecil. Pemindaian tiket tersedia lewat aplikasi mereka. Paling cocok untuk acara yang memang mengandalkan penonton umum.
Goers YES
Goers YES adalah layanan pengelolaan acara dari Goers untuk penyelenggara: penjualan tiket online maupun di lokasi, dengan paket yang mereka sebut fleksibel dari acara kecil sampai skala besar. Karena Goers juga punya aplikasi untuk penonton, ada unsur jangkauan seperti Loket meski skalanya berbeda. Rincian paket dan biayanya tidak tampil terbuka di halaman publik saat artikel ini ditulis, jadi tanyakan langsung.
TipTip
TipTip memposisikan diri sebagai platform tiket konser dan acara terlengkap di Indonesia, untuk promotor sekaligus penikmat acara. Fokusnya pada acara berskala menengah sampai besar yang butuh eksposur ke penonton umum. Untuk konser komunitas, periksa dulu apakah alur pendaftaran penyelenggara dan syaratnya cocok dengan ukuran acaramu.
Tokoevent
Tokoevent secara terbuka menyasar acara kampus, sekolah, dan komunitas. Situsnya menyebut validasi tiket QR dari ponsel atau laptop, pembayaran lewat QRIS, dompet digital, transfer bank, dan gerai ritel, penjualan di tempat, serta rekap penjualan yang bisa diunduh. Mereka juga menulis bahwa tidak memotong biaya admin dari penjualan penyelenggara dan biaya transaksi mengikuti metode bayar yang dipilih pembeli. Salah satu pilihan yang paling dekat dengan kebutuhan komunitas.
Eratix
Eratix menawarkan dashboard mitra acara dan menulis bahwa penjualan tiket di sana tanpa potongan, dengan kategori acara yang luas termasuk religi, komunitas, dan kompetisi. Mereka menyebut bermitra dengan kampus, rumah produksi, dan penyelenggara acara di berbagai kota. Kalau konsermu diadakan lembaga pendidikan, model kemitraan ini layak ditanyakan.
Artatix
Artatix menyebut dirinya mitra tiketing profesional dengan kategori musik, pameran, taman hiburan, dan olahraga, ditambah layanan tiket gelang dan validasi tiket. Situsnya punya halaman biaya tersendiri. Rasanya lebih dekat ke kebutuhan acara yang punya gate fisik dan tim lapangan, bukan konser satu malam di aula.
Tyketin
Tyketin menulis bahwa platformnya untuk acara kecil sampai besar, dengan layanan tambahan gelang dan pembuatan website. Alurnya sederhana: daftarkan acara, mulai jual tiket online. Biaya untuk penyelenggara tidak tercantum di halaman publik saat artikel ini ditulis.
Choralverse
Platform ini dibuat untuk penyelenggara yang konsernya ratusan kursi: paduan suara, teater, sekolah, kampus, gereja, dan komunitas. Tidak ada biaya langganan dan tidak ada minimum komisi; biaya mengikuti tiket yang terjual dan nominalnya tampil saat menyiapkan konser. Penonton memilih nomor kursi di denah seperti membeli tiket bioskop, membayar lewat QRIS atau Virtual Account tanpa membuat akun, dan menerima e-ticket di email. Panitia memindai tiket dari tautan di HP masing-masing sambil melihat papan kedatangan langsung. Dana tercatat per konser dan ditarik ke rekening penyelenggara dari dashboard. Tidak ada marketplace, jadi penonton datang dari tautan yang kamu bagikan. Rincian fiturnya ada di halaman platform tiketing konser, dan penyelenggara yang ingin dibantu menyiapkan halaman konser bisa mengisi formulir di sana.
Cara memilih untuk konser komunitas
Mulai dari pembelinya, bukan dari platformnya. Kalau sebagian besar tiket akan dibeli keluarga penyanyi, jemaat, teman kampus, dan sesama komunitas, jangkauan marketplace hampir tidak terpakai, dan yang kamu bayar untuk jangkauan itu tidak kembali. Artikel tentang cara menjual tiket konser paduan suara membahas lebih jauh siapa pembeli sebenarnya dan bagaimana menjangkau mereka.
Lalu hitung dengan angka konsermu sendiri. Ambil perkiraan tiket terjual yang realistis, bukan kapasitas gedung, lalu masukkan ke aturan biaya tiap platform dari halaman resmi mereka. Minimum komisi baru terasa saat dihitung dengan angka kecil.
Terakhir, uji alur pembeli dari HP. Buka halaman contoh dari tautan seolah-olah kamu orang tua penyanyi yang menerima pesan di grup keluarga. Kalau kamu sendiri ragu di langkah ketiga, penonton yang lebih tua akan berhenti di sana. Panitia yang baru pertama kali mengadakan konser bisa membaca dulu cara mengadakan konser paduan suara supaya urusan tiket masuk ke garis waktu yang benar.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah platform dengan marketplace selalu lebih baik karena penontonnya lebih banyak?
Tidak selalu. Marketplace membantu acara yang penontonnya belum kenal penyelenggara. Konser komunitas biasanya sudah punya penonton di lingkaran terdekat, jadi yang menentukan tiket habis adalah seberapa mudah tautan dibagikan dan dibayar, bukan seberapa besar marketplacenya.
Bagaimana kalau konser kami sudah tayang di satu platform lalu ingin pindah?
Pindah di tengah penjualan jarang sepadan. Selesaikan konser yang sedang berjalan di platform itu, catat apa yang menghambat, lalu coba platform lain di konser berikutnya. Kalau tetap harus memakai dua platform sekaligus, pastikan kuota kursi dibagi tegas supaya tidak terjual dobel.
Apakah perlu memilih kursi untuk konser komunitas?
Tergantung kategori harganya. Konser dengan satu harga dan duduk bebas tidak membutuhkannya. Begitu ada kategori bertingkat, penonton ingin tahu duduk di mana, dan denah kursi menghemat puluhan percakapan panitia.
Baca juga
- Cara mengadakan konser paduan suara dari nol sampai hari-H
- Cara menjual tiket konser paduan suara sampai kursi terisi penuh
- Contoh rundown konser paduan suara dan cara menyusunnya
Kembali ke Blog Choralverse. Punya paduan suara? Daftarkan koormu, gratis.