Halaman konser, denah pilih kursi ala bioskop, bayar QRIS tanpa akun, e-ticket otomatis, dan pemindaian di pintu. Tanpa biaya langganan, tanpa minimum komisi. Konser duduk bebas tetap bisa.
Teater Komunitas Selatan
Pentas Akhir Tahun
Tiketing konser online adalah cara penyelenggara menjual tiket lewat satu halaman web: penonton memilih tiket, membayar, dan menerima e-ticket, sementara panitia memindai tiket itu di pintu masuk. Istilah lain yang sering dipakai adalah ticketing konser, e-ticketing, atau sistem tiket online.
Yang membedakan platform tiketing satu dengan yang lain bukan soal bisa atau tidak menjual tiket, tapi tiga hal yang baru terasa saat konsernya jalan: apakah penonton bisa memilih kursi, apakah pembeli dipaksa membuat akun, dan berapa biaya yang benar-benar dipotong dari konser kecil. Halaman ini menjelaskan bagaimana Choralverse menjawab ketiganya.
Setiap fitur di bawah ini sudah dipakai di konser sungguhan, bukan rencana.
Platform tiket besar dirancang untuk promotor. Penyelenggara komunitas butuh alat yang tidak menghukum konser kecil dengan minimum komisi.
Konser tahunan, konser Natal dan Paskah, konser amal. Halaman konser tersambung ke profil koor dan anggota bisa membantu menjual.
Produksi dengan beberapa jadwal pentas dikelompokkan dalam satu produksi. Tiap pentas punya kuota, denah, dan pemindaian sendiri.
Pentas seni, konser angkatan, resital. Panitia berganti tiap tahun, jadi alurnya dibuat supaya bisa dipelajari dalam satu sore.
Konser pelayanan dan penggalangan dana dengan dukungan tanpa tiket bagi jemaat yang tidak bisa datang.
Beberapa kelompok tampil dalam satu malam, uang masuk ke satu penyelenggara, laporannya rapi untuk dipertanggungjawabkan.
Tidak masalah. Kelompok teater dan komunitas non-musik sudah menjual tiket di sini; nama penyelenggara mengikuti organisasimu.
Platform tiket besar punya marketplace dan penonton yang sudah datang sendiri; kami tidak. Kalau konsermu mengandalkan penonton umum yang belum kenal penyelenggaranya, jangkauan marketplace itu berharga.
Sebaliknya, untuk konser komunitas, pembeli pertama hampir selalu orang yang sudah dekat: keluarga, jemaat, teman kampus, sesama komunitas. Yang mereka butuhkan adalah halaman yang mudah dibuka dari WhatsApp, pilih kursi, bayar QRIS, selesai. Untuk itu minimum komisi dan biaya langganan hanya memberatkan.
Perbandingan yang lebih rinci, lengkap dengan angka yang dikutip dari halaman resmi dan tanggal kutipannya, ada di halaman alternatif Loket untuk konser komunitas.
Platform tiketing konser adalah layanan online tempat penyelenggara membuat halaman konser, mengatur kategori dan harga tiket, menerima pembayaran, menerbitkan e-ticket, dan memindai tiket di pintu masuk. Penonton membeli lewat tautan yang dibagikan penyelenggara.
Tidak ada biaya langganan dan tidak ada minimum komisi. Biaya hanya dikenakan per tiket yang terjual, dan besarnya tampil saat kamu menyiapkan konser, sebelum halaman konser dibuka.
Tidak. Penonton membuka halaman konser, memilih tiket atau kursi, membayar lewat QRIS atau Virtual Account, dan e-ticket dikirim ke email mereka. Tidak ada pendaftaran akun dan tidak ada aplikasi yang harus dipasang.
Bisa. Penyelenggara menyusun denah kursi per blok dan baris, lalu penonton memilih nomor kursinya di denah seperti membeli tiket bioskop. Konser duduk bebas juga tetap didukung dan menjadi pengaturan bawaan.
Panitia membuka tautan pemindai di ponsel masing-masing, lalu memindai QR di e-ticket penonton. Tiket yang sudah dipakai langsung ditandai sehingga tidak bisa dipakai dua kali, dan papan kedatangan menampilkan jumlah penonton yang sudah masuk secara langsung.
Dana hasil penjualan tiket tercatat per konser dan bisa ditarik ke rekening bank penyelenggara setelah masa tahan tiga hari sejak pembayaran. Penarikan diajukan dari dashboard, lengkap dengan laporan penjualan dan laporan keuangan dalam bentuk PDF.
Isi satu formulir tanpa login. Kami hubungi paling lama dua hari kerja dengan halaman konser yang siap dibagikan.
Siapkan konser saya