Platform tiketing konser

Platform tiketing konser untuk komunitas, koor, teater, dan sekolah.

Halaman konser, denah pilih kursi ala bioskop, bayar QRIS tanpa akun, e-ticket otomatis, dan pemindaian di pintu. Tanpa biaya langganan, tanpa minimum komisi. Konser duduk bebas tetap bisa.

Pilih kursi di denahQRIS & Virtual AccountE-ticket + QRScan lewat HP panitia
Pengertian

Apa itu tiketing konser online?

Tiketing konser online adalah cara penyelenggara menjual tiket lewat satu halaman web: penonton memilih tiket, membayar, dan menerima e-ticket, sementara panitia memindai tiket itu di pintu masuk. Istilah lain yang sering dipakai adalah ticketing konser, e-ticketing, atau sistem tiket online.

Yang membedakan platform tiketing satu dengan yang lain bukan soal bisa atau tidak menjual tiket, tapi tiga hal yang baru terasa saat konsernya jalan: apakah penonton bisa memilih kursi, apakah pembeli dipaksa membuat akun, dan berapa biaya yang benar-benar dipotong dari konser kecil. Halaman ini menjelaskan bagaimana Choralverse menjawab ketiganya.

Memilih platform

Cara memilih platform tiketing: tujuh hal yang harus dicek.

1. Ada minimum komisi atau tidak. Minimum komisi adalah potongan terendah yang tetap berlaku berapa pun hasil penjualannya. Untuk festival ribuan tiket angka itu tidak pernah tersentuh; untuk konser dua ratus kursi justru itulah yang dibayar.

2. Apakah pembeli dipaksa membuat akun. Setiap langkah tambahan sebelum bayar mengurangi orang yang menyelesaikan pembelian, apalagi kalau pembelinya orang tua penyanyi yang membuka tautan dari grup keluarga.

3. Siapa yang menanggung biaya metode pembayaran. Sebagian platform menulis tanpa biaya untuk penyelenggara, tetapi biaya QRIS atau Virtual Account tetap ada dan dibebankan ke pembeli. Itu sah, asal terlihat sebelum bayar.

4. Bisa pilih kursi di denah atau hanya duduk bebas. Konser dengan kategori harga berbeda per blok butuh denah; kalau tidak, panitia yang mengatur penonton di pintu.

5. Cara memindai tiket di hari-H. Harus pasang aplikasi di HP panitia, atau cukup buka tautan? Berapa HP yang bisa memindai bersamaan, dan apakah tiket yang sudah dipakai langsung terkunci?

6. Kapan dan bagaimana dana cair. Masa tahan, syarat pencairan, rekening atas nama siapa, dan apakah bendahara bisa mengajukannya sendiri dari dashboard.

7. Laporan untuk bendahara dan pajak hiburan. Pajak hiburan daerah hampir selalu tanggung jawab penyelenggara. Platform yang baik memisahkan hasil tiket, pajak yang dititipkan, dan biaya layanan di laporannya.

Daftar yang lebih panjang, delapan platform berikut siapa yang cocok untuk apa, ada di artikel aplikasi tiketing konser di Indonesia.

Yang kamu dapat

Semua yang dibutuhkan dari poster sampai pintu masuk.

Setiap fitur di bawah ini sudah dipakai di konser sungguhan, bukan rencana.

Denah pilih kursiSusun blok, baris, dan lorong dari generator, lalu penonton memilih nomor kursinya sendiri. Dua kursi tidak pernah terjual dobel karena penguncian ada di basis data, bukan di layar.
Bayar QRIS dan Virtual Account, tanpa akunPenonton membayar dari aplikasi bank atau e-wallet apa pun. Tidak ada pendaftaran, tidak ada aplikasi yang harus dipasang.
E-ticket otomatis dengan QRBegitu pembayaran lunas, tiket terkirim ke email lengkap dengan nomor kursi dan kode QR. Pengingat jelang konser bisa dijadwalkan dari dashboard.
Pemindaian lewat HP panitiaBagikan tautan pemindai ke tiap petugas pintu. Tiket yang sudah masuk langsung ditandai, papan kedatangan menampilkan hitungannya secara langsung.
Early bird, harga coret, dan batas kuotaAtur jadwal jual per kategori, tampilkan harga coret, dan batasi early bird sampai persentase kuota tertentu. Penonton pindah sendiri ke tiket reguler begitu early bird habis.
Dukungan tanpa tiketPenonton yang tidak bisa hadir tetap bisa mendukung konser lewat halaman yang sama, dengan kwitansi terpisah dari tiket.
Laporan penjualan dan keuanganDaftar hadir per kursi, rekap penjualan per kategori dan metode bayar, serta laporan keuangan yang selalu cocok dengan buku besar, semuanya PDF.
Pencairan ke rekening penyelenggaraDana tercatat per konser dan diajukan penarikannya dari dashboard setelah masa tahan tiga hari. Tautan pendek untuk dibagikan di grup dan bio Instagram ikut disiapkan.
Untuk siapa

Dibuat untuk penyelenggara yang konsernya tidak ribuan kursi.

Platform tiket besar dirancang untuk promotor. Penyelenggara komunitas butuh alat yang tidak menghukum konser kecil dengan minimum komisi.

Paduan suara

Konser tahunan, konser Natal dan Paskah, konser amal. Halaman konser tersambung ke profil koor dan anggota bisa membantu menjual.

Teater dan seni pertunjukan

Produksi dengan beberapa jadwal pentas dikelompokkan dalam satu produksi. Tiap pentas punya kuota, denah, dan pemindaian sendiri.

Sekolah dan kampus

Pentas seni, konser angkatan, resital. Panitia berganti tiap tahun, jadi alurnya dibuat supaya bisa dipelajari dalam satu sore.

Gereja dan komunitas

Konser pelayanan dan penggalangan dana dengan dukungan tanpa tiket bagi jemaat yang tidak bisa datang.

Konser amal dan kolaborasi

Beberapa kelompok tampil dalam satu malam, uang masuk ke satu penyelenggara, laporannya rapi untuk dipertanggungjawabkan.

Bukan koor?

Tidak masalah. Kelompok teater dan komunitas non-musik sudah menjual tiket di sini; nama penyelenggara mengikuti organisasimu.

Cara kerja

Dari formulir sampai pintu masuk, dalam empat langkah.

Untuk penyelenggara

  1. Isi formulir konserNama, jadwal, kategori tiket, dan aset poster. Tim kami yang menyiapkan halamannya, atau kamu buat sendiri dari dashboard.
  2. Periksa halaman konserDenah kursi, harga early bird, metode bayar, dan tautan pendek siap dibagikan.
  3. Bagikan tautannyaGrup WhatsApp, bio Instagram, poster. Pemesanan masuk ke dashboard secara langsung.
  4. Pindai di hari-HPetugas pintu memindai QR dari HP masing-masing. Setelah konser, tarik dana dan unduh laporannya.

Untuk penonton

  1. Buka tautan konserTanpa akun dan tanpa aplikasi.
  2. Pilih kursi, bayar QRISAtau Virtual Account. Rincian biaya tampil sebelum bayar.
  3. Tunjukkan QR di pintuE-ticket ada di email, nomor kursi tertera di tiket.
Jujur soal bedanya

Platform tiketing di Indonesia: mana yang cocok untuk konser kecil.

Platform tiket besar punya marketplace dan penonton yang sudah datang sendiri; kami tidak. Kalau konsermu mengandalkan penonton umum yang belum kenal penyelenggaranya, jangkauan marketplace itu berharga.

Sebaliknya, untuk konser komunitas, pembeli pertama hampir selalu orang yang sudah dekat: keluarga, jemaat, teman kampus, sesama komunitas. Yang mereka butuhkan adalah halaman yang mudah dibuka dari WhatsApp, pilih kursi, bayar QRIS, selesai. Untuk itu minimum komisi dan biaya langganan hanya memberatkan.

Platform tiketingBiaya menurut halaman resminyaPaling cocok untuk
LoketHalaman Kerjasama Loket menulis "Min. komisi Rp500.000 berlaku" dan contoh perhitungannya menyebut "Biaya Layanan Loket (3.5%)".Dikutip dari loket.com/creator, 8 September 2026. Paket lain tidak kami verifikasi.Promotor dan festival yang butuh penonton umum dalam jumlah besar lewat marketplace.
TokoeventFAQ resminya menulis "Tokoevent tidak memotong biaya admin dari penjualan tiket event organizer" dan "Biaya transaksi hanya dikenakan sesuai metode pembayaran yang dipilih pembeli".Dikutip dari tokoevent.com, 17 September 2026. Melayani "konser, seminar, dan festival" serta "event kampus, sekolah, dan komunitas".Seminar, wisuda, dan acara kampus dengan banyak metode bayar termasuk minimarket.
WootixHalaman biayanya menulis "Rp3.000 per tiket (jika harga tiket ≤ Rp50.000) atau 5% (jika harga tiket > Rp50.000)" dan "Biaya sudah termasuk PPN 11%".Dikutip dari wootix.id/calculator-payment, 17 September 2026. Fitur: "Kelola tiket, RSVP, dan check-in event dalam satu platform."Acara yang butuh RSVP dan manajemen tamu, bukan hanya penjualan tiket.
ChoralverseTanpa biaya langganan dan tanpa minimum komisi. Biaya per tiket terjual ditampilkan saat menyiapkan konser, sebelum halaman dibuka; biaya metode pembayaran tampil ke pembeli sebelum bayar.Koor, teater, sekolah, kampus, gereja, dan komunitas dengan konser ratusan kursi yang ingin penonton memilih kursi sendiri.

Loket, Tokoevent, dan Wootix adalah merek milik pemiliknya. Semua kutipan diambil dari halaman publik masing-masing pada tanggal yang tertulis dan bisa berubah kapan saja; yang tidak tertulis di sana sengaja tidak diisi tebakan. Perbandingan Loket yang lebih rinci ada di halaman alternatif Loket untuk konser komunitas. Kalau ada yang keliru, kabari kami dan halaman ini diperbaiki.

Pertanyaan umum

Yang sering ditanyakan.

Apa itu platform tiketing konser?+

Platform tiketing konser adalah layanan online tempat penyelenggara membuat halaman konser, mengatur kategori dan harga tiket, menerima pembayaran, menerbitkan e-ticket, dan memindai tiket di pintu masuk. Penonton membeli lewat tautan yang dibagikan penyelenggara.

Apa itu platform tiketing?+

Platform tiketing adalah layanan online untuk menjual tiket acara: penyelenggara membuat halaman acara dan kategori tiket, pembeli membayar lewat QRIS, Virtual Account, atau metode lain, e-ticket terbit otomatis, lalu tiket dipindai di pintu masuk. Ada dua jenis: marketplace tiket yang mendatangkan penonton umum, dan alat tiketing untuk penyelenggara yang penontonnya datang dari tautan yang mereka bagikan sendiri. Choralverse termasuk jenis kedua, khusus konser komunitas.

Platform tiketing mana yang gratis untuk penyelenggara?+

Beberapa platform tiketing menulis tanpa biaya admin untuk penyelenggara, tetapi biaya metode pembayaran tetap ada dan biasanya dibebankan ke pembeli; cek halaman biaya resmi masing-masing pada hari kamu membacanya karena bisa berubah. Di Choralverse tidak ada biaya langganan dan tidak ada minimum komisi; biaya per tiket terjual ditampilkan saat menyiapkan konser, sebelum halaman dibuka.

Apakah ada biaya langganan atau minimum komisi?+

Tidak ada biaya langganan dan tidak ada minimum komisi. Biaya hanya dikenakan per tiket yang terjual, dan besarnya tampil saat kamu menyiapkan konser, sebelum halaman konser dibuka.

Apakah penonton harus membuat akun untuk membeli tiket?+

Tidak. Penonton membuka halaman konser, memilih tiket atau kursi, membayar lewat QRIS atau Virtual Account, dan e-ticket dikirim ke email mereka. Tidak ada pendaftaran akun dan tidak ada aplikasi yang harus dipasang.

Bisakah penonton memilih kursi sendiri?+

Bisa. Penyelenggara menyusun denah kursi per blok dan baris, lalu penonton memilih nomor kursinya di denah seperti membeli tiket bioskop. Konser duduk bebas juga tetap didukung dan menjadi pengaturan bawaan.

Bagaimana cara memindai tiket di hari-H?+

Panitia membuka tautan pemindai di ponsel masing-masing, lalu memindai QR di e-ticket penonton. Tiket yang sudah dipakai langsung ditandai sehingga tidak bisa dipakai dua kali, dan papan kedatangan menampilkan jumlah penonton yang sudah masuk secara langsung.

Kapan uang hasil penjualan tiket masuk ke rekening penyelenggara?+

Dana hasil penjualan tiket tercatat per konser dan bisa ditarik ke rekening bank penyelenggara setelah masa tahan tiga hari sejak pembayaran. Penarikan diajukan dari dashboard, lengkap dengan laporan penjualan dan laporan keuangan dalam bentuk PDF.

Kirim rencana konsermu, kami yang menyiapkan halamannya.

Isi satu formulir tanpa login. Kami hubungi paling lama dua hari kerja dengan halaman konser yang siap dibagikan.

Siapkan konser saya