Blog › Konser & Tiket
Contoh rundown konser paduan suara dan cara menyusunnya
Tim Choralverse · 3 September 2026 · 6 menit baca

Foto: vietfotos / Pexels
Rundown yang bagus jarang terlihat dari panggung. Penonton hanya melihat lagu berganti dengan mulus dan sambutan yang tidak bertele-tele, tanpa tahu bahwa di baliknya ada dokumen satu halaman yang mengatur siapa masuk kapan, siapa bicara berapa menit, dan siapa yang memberi aba-aba kalau ada yang molor. Koor yang tidak punya rundown tertulis biasanya baru sadar masalahnya saat acara sudah berjalan, ketika sambutan kedua ternyata memakan waktu dua kali lipat dari yang direncanakan dan tidak ada yang berani menyela.
Contoh rundown 90 menit
Berikut contoh susunan untuk konser berdurasi sekitar sembilan puluh menit dengan satu jeda di tengah. Waktu ditulis relatif dari jam mulai, bukan jam absolut, supaya tetap bisa dipakai meski jadwal mundur beberapa menit.
| Waktu | Segmen | Penanggung jawab |
|---|---|---|
| Menit 0-5 | Lagu pembuka, formasi sudah di panggung sebelum lampu menyala | Dirigen dan seluruh penyanyi |
| Menit 5-10 | Sambutan singkat ketua panitia atau perwakilan koor | MC dan ketua panitia |
| Menit 10-30 | Blok lagu pertama, tiga sampai empat lagu bertema serupa | Dirigen |
| Menit 30-35 | Jeda transisi, formasi bergeser atau penyanyi solo maju | Seksi acara |
| Menit 35-55 | Blok lagu kedua, biasanya tema yang lebih dinamis atau lagu daerah | Dirigen |
| Menit 55-65 | Jeda istirahat, penonton diberi waktu ke luar ruangan | Seksi tempat dan konsumsi |
| Menit 65-80 | Blok lagu ketiga, biasanya klimaks program dengan lagu paling ambisius | Dirigen |
| Menit 80-85 | Sambutan penutup dan ucapan terima kasih ke sponsor serta pendukung acara | MC |
| Menit 85-90 | Lagu penutup, dan encore kalau memang sudah disiapkan | Dirigen dan seluruh penyanyi |
Untuk konser yang lebih panjang, sampai seratus dua puluh menit, tambahan waktu biasanya masuk ke blok lagu, bukan ke sambutan. Menambah durasi sambutan hanya membuat penonton gelisah, sementara menambah satu blok lagu lagi justru memberi lebih banyak alasan penonton datang.
Prinsip menyusun urutan lagu
Buka dengan lagu yang kuat, bukan lagu yang paling mudah dibawakan koor. Lagu pembuka menentukan suasana seluruh konser, dan penonton yang baru duduk butuh sesuatu yang langsung menarik perhatian, bukan pemanasan yang terasa ragu-ragu.
Sambutan sebaiknya sesingkat mungkin, idealnya di bawah lima menit. Ini bagian yang paling sering molor karena pembicara merasa perlu menyampaikan semua hal sekaligus. Tuliskan poin sambutan dalam bentuk daftar singkat, bukan naskah panjang, supaya pembicara tetap fokus ke inti.
Susun lagu dalam blok bertema, bukan diacak berdasarkan urutan latihan. Blok yang jelas, misalnya lagu sakral di awal, lagu daerah di tengah, dan lagu populer atau energik menjelang akhir, membuat penonton lebih mudah mengikuti alur emosional konser dibanding lompat-lompat tema tanpa pola.
Tempatkan jeda di titik yang memang butuh perubahan besar, seperti pergantian formasi penyanyi atau pemindahan alat musik, bukan sembarang di tengah acara. Jeda yang tidak punya alasan jelas terasa seperti acara berhenti tanpa sebab.
Lagu penutup sebaiknya jadi yang paling dikenal atau paling menyentuh dari seluruh program, karena itu yang dibawa pulang penonton dalam ingatan mereka. Kalau ada rencana encore, siapkan satu lagu pendek yang sudah sangat matang, bukan lagu yang baru selesai dilatih minggu lalu. Untuk koor yang masih menyusun daftar lagu secara keseluruhan, pertimbangan memilih repertoar dibahas lebih dalam di memilih repertoar lomba paduan suara, meski konteksnya lomba, banyak prinsipnya berlaku juga untuk konser.
Rundown belakang panggung
Rundown yang dilihat penonton hanya separuh cerita. Ada rundown kedua yang berjalan di belakang panggung dan justru lebih menentukan apakah acara berjalan mulus.
- Bongkar-muat alat dan dekorasi panggung, biasanya dimulai beberapa jam sebelum pintu dibuka, cukup lama untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman atau kendala teknis.
- Pemeriksaan suara untuk mikrofon MC, mikrofon solois kalau ada, dan keseimbangan piano dengan ruang. Ini harus selesai sebelum penonton pertama masuk, bukan sambil penonton menunggu di kursi.
- Doa bersama atau pengarahan terakhir untuk seluruh penyanyi, biasanya tiga puluh menit sebelum acara dimulai, sekaligus momen menenangkan diri sebelum naik panggung.
- Urutan masuk panggung per formasi, dicatat jelas siapa masuk dari sisi mana dan berdiri di posisi mana, supaya tidak ada yang bingung di detik terakhir terutama untuk formasi yang berubah antar lagu.
- Penjaga waktu di sisi panggung yang memantau rundown depan dan memberi aba-aba ke MC serta dirigen kalau ada segmen yang perlu dipercepat.
Cetak rundown ini dan tempel di area belakang panggung, jangan hanya dikirim lewat pesan grup yang mudah terlewat saat suasana sudah ramai dan semua orang sibuk.
Kesalahan umum dalam menyusun rundown
Sambutan yang kepanjangan adalah kesalahan paling sering terjadi, dan biasanya bukan cuma satu sambutan, tapi tiga atau empat orang yang masing-masing merasa perlu bicara. Batasi jumlah orang yang memberi sambutan, dan kalau memang ada beberapa pihak yang perlu disebut, gabungkan dalam satu sambutan bersama alih-alih bergantian naik panggung sendiri-sendiri.
Perpindahan formasi yang tidak pernah dilatih adalah kesalahan kedua yang paling terlihat dari kursi penonton. Penyanyi yang bingung ke mana harus bergerak saat transisi lagu membuat jeda yang seharusnya singkat menjadi lama dan canggung. Latih perpindahan formasi persis seperti melatih lagu, bukan diasumsikan akan berjalan sendiri saat hari-H.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak ada yang berani memotong kalau rundown mulai molor. Tunjuk satu orang, biasanya ketua panitia atau penjaga waktu backstage, yang punya wewenang jelas untuk memberi sinyal percepatan ke MC. Tanpa otoritas yang jelas, semua orang menunggu orang lain yang mengambil keputusan, dan keterlambatan lima menit di awal bisa membengkak jadi dua puluh menit di akhir.
Rundown yang baik juga perlu disepakati bersama tim yang menyusun keseluruhan acara, dari pemilihan tempat sampai pembagian tugas panitia, yang dibahas lebih lengkap di cara mengadakan konser paduan suara. Kalau konser ini juga menjual tiket untuk umum, informasi jam mulai yang akurat di rundown penting supaya waktu buka pintu dan waktu mulai acara tidak membingungkan pembeli tiket, seperti dibahas di cara menjual tiket konser paduan suara. Tempelkan juga jam mulai yang sama di halaman tiket konser paduan suara tempat tiketnya dijual, supaya penonton yang memesan daring tidak datang di waktu yang keliru.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa banyak lagu yang wajar untuk konser sembilan puluh menit?
Sekitar sepuluh sampai dua belas lagu biasanya pas untuk durasi itu, tergantung panjang tiap lagu dan berapa banyak waktu terpakai untuk sambutan serta transisi. Lebih penting menjaga kualitas tiap lagu daripada memaksakan jumlah banyak yang membuat penyanyi kelelahan di paruh kedua.
Apakah rundown perlu dibagikan ke seluruh anggota atau cukup panitia inti?
Sebaiknya dibagikan ke semua penyanyi, minimal versi ringkas yang menunjukkan urutan lagu dan waktu masuk panggung mereka. Penyanyi yang tahu rundown secara keseluruhan lebih tenang karena tahu apa yang terjadi sebelum dan sesudah bagian mereka.
Perlu berapa kali gladi untuk memastikan rundown berjalan lancar?
Minimal satu kali gladi penuh dari awal sampai akhir tanpa berhenti, dilakukan di lokasi konser yang sesungguhnya kalau memungkinkan. Gladi yang berhenti-berhenti untuk memperbaiki detail berguna di tahap awal, tapi butuh satu kali percobaan tanpa jeda untuk mengukur durasi sebenarnya dan menemukan bagian yang masih canggung.
Baca juga
- Aplikasi tiketing konser di Indonesia: 8 pilihan untuk penyelenggara
- Cara mengadakan konser paduan suara dari nol sampai hari-H
- Cara menjual tiket konser paduan suara sampai kursi terisi penuh
Kembali ke Blog Choralverse. Punya paduan suara? Daftarkan koormu, gratis.